Bagaimana Memahami Konsep Fungsi-Disfungsi Merton? (Bag-1)

Salah satu konsep penting yang dikemukakan Robert K. Merton adalah konsep fungsi dan disfungsi beserta turunannya (manifes dan laten). Konsep ini kemudian menempati posisi cukup sentral dalam teori fungsionalisme struktural. Hanya saja, di Indonesia konsep ini seringkali disalahpahami. Sebabnya simple: kesalahan pemilihan kata dalam pengalihbahasaan dari Inggris ke Indonesia.1)

Fungsi manifes sering diterjemahkan sebagai fungsi yang diharapkan, sementara fungsi laten sering diterjemahkan menjadi fungsi yang tidak diharapkan.2) Akibatnya fungsi laten selalu diasumsikan negatif. Padahal disebut fungsi laten justru karena oleh masyarakat dipandang POSITIF (kata fungsi selalu mengandung makna positif), walaupun semula tidak direncanakan atau diprediksi. Jika oleh masyarakat dipandang negatif maka itu disebut disfungsi, BUKAN fungsi laten. Merton menggunakan kata intended dan unintended untuk menunjukkan fungsi manifest dan laten, yang lebih pas diterjemahkan sebagai direncanakan dan tidak direncanakan, bukan diharapkan dan tidak diharapkan.

Merton mendefinisikan fungsi sebagai konsekuensi-konsekuensi yang dapat diamati dan dibuat dengan tujuan adaptasi atau penyesuaian dari sistem tertentu. Adaptasi dan penyesuaian selalu bermakna positif bagi sistem. Itu sebabnya Merton kemudian mengenalkan konsep disfungsi untuk melihat adanya konsekwensi-konsekwensi yang justru merusak atau berakibat negatif pada sistem. Selain fungsi dan disfungsi, Merton juga mengenalkan konsep nonfungsi, yaitu akibat-akibat yang tidak relevan dengan sistem (George Ritzer 2010: 253).

Konsep fungsi dan disfungsi berkaitan dengan akibat atau konsekuensi dari sesuatu. Konsekuensi itu bisa berupa sesuatu yang telah diantisipasi/direncanakan (anticipated), bisa juga tidak diantisipasi/direncanakan (unanticipated). Konsekwensi yang telah diantisipasi (anticipated consequences) dapat berupa sesuatu yang positif bagi sistem (fungsi manifes), dapat juga negatif bagi sistem (disfungsi manifes). Sementara konsekuensi yang tidak diantisipasi (unanticipated consequences)3) bisa positif (fungsi laten), bisa negatif (disfungsi laten), bisa juga sesuatu yang tidak relevan (nonfungsi).(George Ritzer 2010: 256)

Bagannya akan seperti ini:


Penjelasan detail beserta contoh-contoh masing-masing item akan dijelaskan pada bagian kedua. :)


CATATAN

1) Tulisan ini sebetulnya berasal dari semacam "kejenuhan" mendengar apa yang bagi saya adalah kesalahan dalam memahami konsep fungsi oleh mahasiswa saya, yang celakanya selalu diulang-ulang setiap semester akibat membaca terjemahan yang, menurut saya, kurang tepat.

2) Terjemahan seperti ini misalnya ada di buku Teori Sosiologi Modern, terbitan Kencana/Prenada Media, tahun 2003/2004, halaman 141, hasil terjemahan dari buku George Ritzer dan Douglas J. Goodman, Modern Sociological Theory. Terjemahan yang kurang lebih semakna juga bisa ditemukan dalam buku Ritzer dan Goodman, Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi KlasikSampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, terbitan Kreasi Wacana, cet ke-7, 2011, halaman 272. Buku ini menterjemahkan fungsi manifes sebagai fungsi yang dikehendaki, dan fungsi laten sebagai fungsi yang tidak dikehendaki.

3) Frasa ini kembali diterjemahkan secara kliru oleh buku Teori Sosiologi Modern. Unanticipated Consequences, oleh buku tersebut, diterjemahkan sebagai akibat yang tidak diharapkan, sehingga berkonotasi negatif.

REFERENSI

George Ritzer. 2010. Sociological Theory, 8th Edition. New York: McGraw-Hill.
George Ritzer dan Douglas J. Goodman. 2003. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana
George Ritzer dan Douglas J. Goodman. 2011. Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi KlasikSampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana