Teori Strukturasi Anthony Giddens: Pengantar Diskusi

Tulisan singkat ini mendiskusikan beberapa gagasan penting Anthony Giddens, seperti mutual shaping, agency, reflexifity, dualisme struktural, dan beberapa gagsan dasar lain dari teori strukturasi

One-Dimensional Man Herbert Marcuse

Menurut Marcuse, masyarakat industri modern telah menciptakan sebuah sistem yang disebut sebagai "sistem satu dimensi", yang merujuk pada cara masyarakat tersebut mengendalikan pemikiran dan tindakan individu melalui berbagai cara seperti media massa, pendidikan, dan budaya populer.

Antropologi Simbol dalam Serial Animasi Anak Nussa

Kita tahu tontonan yang tersebar di dunia maya saat ini bisa dikatakan jauh lebih banyak mudharatnya daripada manfaat dan hanya sekedar menghibur penonton dan tidak ada manfaatnya nya bagi anak anak, apalagi mengenai nilai-nilai ajaran agama Islam. Artikel ini membahas simbol dalam serial animasi anak Nussa dalam prespektif antropologi. Menjadi menarik karena sebuah animasi anak dapat dikaitkan dengan antropologi simbol pembahasan terfokus pada konteks ilmu antropologi yang mana dikenal metodologi yang dilahirkan oleh antropolog bahwa studi antropologi terkait dengan manusia dibangun dari ketertarikan mempelajari manusia kecenderungan berpikir dan nilai – nilai yang dianut oleh kawasan tertentu dan sebagai objek kajian. Artinya ilmu antropologi mempelajari aspek manusia dari segala sesuatu. Artikel ini menggunakan metode pendekatan antropologi agama dan sejarah. Tujuan artikel ini untuk mengetahui sejarah terbentuk nya serial animasi Nussa dan untuk mengetahui simbol – simbol yang ada pada serial anak Nussa dalam prespektif antropologi. Sejarah terbentuknya serial anak Nussa, Corporate Secretary The Little Giantz terisnpirasi dari beberapa teman yang mengungkapkan bahwa belum banyak tayangan edukasi di era digital. Serial animasi Nussa mengusung tema islami yang mudah di pahami anak. Serial Nussa adalah salah satu dari hanya segelintir tayangan ramah anak dan edukatif di Indonesia. Adanya serial anak Nussa ini memiliki pengaruh baik bagi dunia hiburan anak Indonesia dan  bagi penontonya. Agama sebagai sistem kebudayaan artinya simbol / tindakan simbolik. Simbol adalah tanda sakral dalam kehidupan keagamaaan. Ka'bah juga dapat dikatakan sebagai simbol, Ka’bah menjadi benda sakral dan menjadi simbol bagi agama islam. Hal itu seperti yang di kemukakan oleh Geertz bahwa “Simbol bisa berbentuk objek fisik seperti ka’bah”. Karakter Rarra yang selalu berpenampilan tertutup dengan memakai hijab dan juga gamisnya yang panjang, serta karakter Nussa yang selalu memakai kopiah berwarna putih dan tentunya memakai gamis khusus laki-laki. Karakter yang di tapilkan pada serial animasi Nussa perwujudan dari simbol agama islam itu sendiri. Dengan menggunakan simbol - simbol tersebut memudahkan penonton mengetahui dengan jelas dan pasti bahwa serial animasi anak Nussa dan Rarra adalah sebuah serial animasi Islam. Agama tidak hanya sebagai sistem simbol komunikasi dengan Allah tetapi juga sebagai sistem simbol komunikasi dengan manusia.

Pengaruh Media Sosial Terhadap Pola Perilaku Remaja di Era Digital 4.0

Di era digital 4.0 saat ini, teknologi dan internet semakin canggih dan maju serta membawa berbagai dampak positif maupun negatif khususnya bagi remaja generasi Z. Adanya era digital 4.0, media sosial semakin dibutuhkan untuk berbagai macam kegiatan, seperti pendidikan, sosialisasi, bisnis dan entertainment. Media sosial tidak sepenuhnya memiliki pengaruh  buruk bagi remaja, karena dengan adanya media sosial, mereka dapat mencari passion atau jati diri mereka dengan mencoba hal-hal baru yang ada di dalam media sosial, seperti menjadi konten creator dan menjadi pembisnis jual beli barang secara online. Tetapi di masa peralihan kanak-kanak ke remaja, seharusnya mereka mencari jati diri nya dengan bergaul bersama teman-teman mereka. Remaja saat ini sering membiarkan dunia media sosial membentuk cara mereka memandang diri mereka sendiri. Pencarian identitas remaja di media sosial adalah bagian darinya. Identitas remaja akan diperkuat dan didukung oleh respon positif dari netizen. Dan, sebaliknya mereka juga mendapatkan reaksi negatif dari netizen yang dapat membuat mereka bingung akan identitas diri nya.

Kritik Sosial dan Satire di Akun Instagram @abujahaloffisialan

Akun ig @abujahalofisialanAkun ig @abujahalofisialanKetika mengemukakan kritik dan satire-nya, akun @abujahaloffisialan memposisikan dirinya sebagai antagonis melalui ikon Abu Jahal. Abu Jahal sendiri terkenal di kalangan muslim sebagai tokoh yang sangat memusuhi Nabi Muhammad SAW.

Transformasi Sosial Seni

Lukisan Gustave Courbet (1819-1877), The Stone Breakers, (Oil on canvas) (1849) (Clark, 1973) - Sumber: ThinkShopLukisan Gustave Courbet (1819-1877), The Stone Breakers, (Oil on canvas) (1849) (Clark, 1973) - Sumber: ThinkShopTransformasi Sosial Seni pada hakikinya adalah transformasi estetik, antara: pencipta seni, pelaku seni, penikmat seni, dan kritikus. Keempat elemen tersebut sinergi dalam kehidupan seni. Daya estetis dari seni telah menimbulkan denyut kehidupan transformasi sosial seni lebih dinamis. Bahkan Adorno mengatakan bahwa estitika seni merupakan “seni untuk masyarakat”, bersifat transformatif. Memang perlu disadari, bahwa transformasi tersebut sarat dengan kepentingan. Kepentingan tersebut sering keluar dari jalur estetik.

Ernst Bloch: Musik sebagai Dunia Harapan yang Didengar

Ernst Bloch drawn by Reinhard Kleist - Sumber: Helle PankeErnst Bloch drawn by Reinhard Kleist - Sumber: Helle Panke

Karya besar pertama Bloch, The Spirit of Utopia, adalah salah satu buku bersejarah dari awal abad abad ke-20. Dalam gaya berpikirnya, Bloch menggabungkan antara Marxis dan Ekspresionis. Analisis Bloch, yang kemudian diiikuti oleh Georg Simmel, yang mengambil idenya dari Hegel dan Schopenhauer, untuk dasar pemikiran metafisika musiknya, secara konsisten tetap menafsirkan warisan budaya dalam terang Marxisme tertentu. Spirit of Utopia adalah upaya unik untuk memikirkan kembali sejarah peradaban Barat sebagai proses gangguan revolusioner dan untuk membaca kembali. karya seni, agama, dan filosofi tradisi ini sebagai insentif untuk terus mengganggu.

Menelisik Pemikiran Anthony Giddens tentang Manusia Sebagai Agen Berkesadaran

Anthony Giddens - Sumber: WikipediaAnthony Giddens - Sumber: WikipediaAnthony Giddens barangkali menjadi salah satu pemikir termasyur abad ini, terutama dalam bidang ilmu sosiologi. Sumbangsih pemikirannya sangat fundamental terutama dalam menjembatani persoalan paradigma dalam ilmu sosial, mungkin kita sudah cukup familiar dengan istilah sosiologi makro dan sosiologi mikro beserta konsekuensi metodisnya, dua paradigma besar ini menghegemoni perkembangan sosiologi dalam beberapa dekade terakhir. Dua paradigma ini juga yang mengilhami Giddens dalam perjalanan intelektualnya, melalui magnum opusnya, teori strukturasi, ia melakukan kritik habis-habisan terhadap dua paradigma tadi. Sederhananya, teori ini mengatakan bahwa tidak semestinya kita melakukan pemisahan antara struktur dan agen dalam mengkaji suatu realitas sosial. Keduanya merupakan dualitas tak terpisahkan dalam membentuk dunia sosial, maka yang seharusnya kita lihat adalah praktik sosial yang terbentuk sebagai konsekuensi dari dualitas struktur dan agen ini.

Max Weber: Rasionalisasi dan Sosiologi Musik

Persepsi Max Weber, salah satu sosiolog terbesar pada abad ke-20, tentang musik sangat jarang dikupas. Ada satu buku Weber yang mengupas tentang musik, Die Rationalen und Soziologischen Grundlagen der Musik (1921). Buku ini merupakan kumpulan tulisan, teridiri dari 7 artikel. Meskipun sudah lebih dari seperempat abad sejak Esai Max Weber muncul (pertamakali diterbitkan pada tahun 1921), minat pada Weber dan sosiologi musik terus berkembang. Menurut Weber, dalam stereotip generasi yang lebih tua, musik milik di antara kegiatan spiritual, di dalam dunia yang berpikir dalam hal kontras antara: yang suci dan sekuler, spiritual dan material, terminologi ini secara langsung tepat. Karena dalam musik (dan seni lainnya) aktivitas manusia mengasumsikan sifat intensitas tanpa tujuan praktis, disiplin tanpa pembatasan yang diberlakukan secara eksternal.

Kelulusan dan Kecemasan: Heidegger untuk Fresh Graduate

Kelulusan & Kecemasan - Sumber: lokadata.idKelulusan & Kecemasan - Sumber: lokadata.idKita hidup diatas kesadaran dan keterarahan pada sesuatu, apa yang kita lakukan di masa lalu terarah pada kehidupan saat ini, dan apa yang kita lakukan di masa kini, terarah pada kehidupan yang akan datang. Begitu pula dengan status kita sebagai mahasiswa, keputusan kita untuk menempuh dunia perkuliahan menyingkap upaya keterarahan kita pada masa depan yang hendak dicapai. Lulus di waktu yang tepat barangkali jadi salah satu hal yang hendak dicapai oleh kita sebagai mahasiswa. Beberapa bulan yang lalu, setelah hampir 4 jam mendekam dalam kamar dan duduk manis di depan layar laptop, kalimat “selamat anda dinyatakan lulus” dari ketua dosen penguji mengantarkan saya pada kesadaran bahwa apa yang selama ini saya dan para mahasiswa lain upayakan akhirnya telah terwujud, lulus adalah salah satu cara paling rasional untuk lepas dari beban perkuliahan. Rasa syukur dan lega jadi hal yang saya rasakan disatu dua bulan pasca peristiwa itu, selepasnya hampa, gelisah dan kecemasan mulai menggentayangi. Cemas pada banyak hal, terutama masa depan. Setelah ini mau kemana, berbuat apa, dan untuk apa?. Akhirnya, tulisan inipun saya tulis diatas rasa kecemasan ini.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Ingin berkontribusi?

Hobby nulis? Punya info menarik soal jurnal, ebook, atau apapun yang berkaitan dengan sosiologi? Share donk di sini, daripada ditimbun, ntar basi :D. Baca CARA & PEDOMAN MENULIS.

Cari Artikel di Sini