Tradisi Nyadran Sebagai Perekat Hubungan Antar Agama

Ilustrasi Tradisi Snyadran - Sumber. gunungkidulkab.go.idIlustrasi Tradisi Snyadran - Sumber. gunungkidulkab.go.idAda yang unik dari tradisi nyadran di dusun Krecek. Di dusun ini, upacara nyadran dilakukan secara bersama-sama oleh tiga agama sekaligus: Islam, Kristen dan Buddha. Nyadran sendiri adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Kata Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Sraddha yang berarti keyakinan. Rangkaian tradisi Nyadran biasanya berupa bersih-bersih makam, tabur bunga, dan puncaknya adalah kenduri atau selamatan di makam leluhur.

Diskriminasi Hak Belajar Saat Pandemi Covid-19

Belajar dari RumahBelajar dari RumahBerbagai masalah muncul akibat dari penyebaran virus corona seperti masalah kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, pariwisata bahkan dalam ranah keagamaan. Dalam dunia pendidikan, pandemi covid menyebabkan munculnya problem underrepresentation bagi kaum miskin yang merupakan kelas minoritas dalam perekonomian.

Tradisi Nyekar: Memisahkan yang Sakral dari Urusan Duniawi

Tradisi Nyekar - Sumber. WikimediaTradisi Nyekar - Sumber. WikimediaIndonesia termasuk dalam negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Tentunya masyarakat Indonesia antusias dalam menyambut bulan Ramadhan dengan berbagai cara, bentuk maupun tradisi. Ramadhan atau disebut juga dengan istilah bulan puasa merupakan bulan yang ditunggu-tunggu bagi umat Muslim. Karena pada bulan ini, masyarakat percaya bahwa semua amalan baiknya akan dilipat gandakan pahalanya dan diampuni dosanya oleh Allah SWT apabila menunaikan ibadah puasa dengan penuh selama satu bulan dan dengan hati yang ikhlas. Antusias masyarakat dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan tentunya berbagai macam. Mulai dari mempersiapkan mental fisik secara pribadi dan juga lingkungan sekitar masyarakat.

Menghadapi Pandemi dengan Tradisi dan Modifikasi Ritual Keagamaan

Tradisi Baritan di Tegalgubug. Foto (Facebook)Tradisi Baritan di Tegalgubug. Foto (Facebook)“Perubahan dalam kehidupan adalah hal yang pasti”, begitu kiranya kita menyikapi kemajuan teknologi informasi yang menjadi salah satu aspek dari adanya globalisasi. Sama halnya jika dikaitkan dengan mewabahnya virus Corona, virus yang penyebarannya sangat cepat dan setiap orang memiliki potensi penularan yang sama, kiranya perlu ada perubahan di berbagai aspek.

Agama dan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu program donasi hadang corona pada platform kitabisa.comSalah satu program donasi hadang corona pada platform kitabisa.comSaat ini berbagai negara di belahan dunia sedang menghadapi musuh yang tak terlihat. Begitu pun juga dengan negara kita yang sedang menghadapi virus berbahaya yang telah masuk mulai awal bulan Maret 2020 lalu, yakni virus corona yang hingga akhirnya menyebar dengan cepat ke seluruh pulau di Indonesia. Masyarakat pun diminta untuk tetap di rumah dan melakukan segala pekerjaan di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah guna memutus rantai penyebaran covid 19. Dalam keadaan yang darurat ini, agama pun ikut berperan dalam masyarakat guna menghadapi akibat-akibat dari virus corona.

Sudut Pandang Mengenai Gerakan Sosial #Indonesiaterserah

Tagar #IndonesiaTerserahTagar #IndonesiaTerserah

Gerakan sosial dapat muncul akibat interaksi dari unsur-unsur yang ada pada fenomena sosial. Unsur yang dimaksud memiliki berbagai macam bentuk, seperti aksi sukarela, asosiasi sukarela, professionalized reform, kepentingan kelompok, kebijakan sosial negara, partai politik, perubahan sosial, media massa, discourse & ideology, opini public, perilaku kolektif dan aksi individu (Arya Seta mohammad, dkk, 2017).

Peran dan Fungsi Agama dalam Mengatasi Wabah Corona

Sumber google imageSumber google image

Wabah corona sedang menggegerkan Dunia saat ini. Virus corona merupakan virus yang dapat menimbulkan penyakit baik pada diri manusia maupun hewan. Virus ini pertama kali di identifikasi di kota Wuhan China pada bulan Desember 2019. Virus corona menyebar luas di Indonesia sekitar bulan Maret 2020 dan terus meningkat secara signifikan hingga sekarang. Penularan virus ini bisa terjadi melalui kontak langsung seperti berjabat tangan serta menyentuh orang yang terinfeksi virus ini. Maka dari itu pemerintah menerapkan social distancing agar mengurangi penyebaran virus yang semakin meningkat. Social distancing merupakan penerapan atau pencegahan dengan cara menjaga jarak antara individu dengan individu lain. Pandemi virus corona nyaris mengganggu semua bidang kehidupan manusia seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan hingga agama di Indonesia.

Respon Masyarakat Beragama Menghadapi Pandemi Covid19

“Tetek Molek” yang dipasang warga ds. Sawo Kab. Tulungagung sebagai tolak bala covid-19“Tetek Molek” yang dipasang warga ds. Sawo Kab. Tulungagung sebagai tolak bala covid-19Sebagaimana kita ketahui bersama, akhir-akhir ini negara-negara di dunia sedang mengalami musibah bersama yaitu merebaknya virus Covid-19 yang telah ditetapkan WHO sebagai pandemi, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan juga seluruh masyarakat untuk menjaga diri agar terhindar dari virus mematikan tersebut.

Di antara usaha pemerintah ialah menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, menghindari kerumunan dan berjaga jarak minimal 1 meter, juga himbauan untuk tetap di rumah saja agar penularan virus tidak semakin meningkat. 

Akibat dari adanya virus ini sangatlah besar contohnya saja masalah perekonomian yang sangat kacau, politik yang semakin tidak jelas bahkan juga dalam konteks Agama. Banyak dari pola praktik beribadah umat beragama yang mayoritas Agama di Indonesia adalah Islam terpaksa harus mengalami perubahan. 

Solidaritas Sosial di Tengah Pandemi Covid 19

Solidaritas Covid-19 - Sumber. PixabaySolidaritas Covid-19 - Sumber. PixabayCoronavirus atau biasa dikenal dengan covid-19, penyakit ini telah menyebar di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri, (saat tulisan ini dibuat) kasus covid-19 sudah mencapai angka 15 ribu (Catatan redaksi. Update: per tanggal 22 Mei 2020 pkl 20.00 sudah mencapai 20.796 kasus positif covid-19.), itu mengapa pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan menerapkan social distancing dan larangan untuk mudik demi mencegah penularanan virus dan memutus rantai penyebaran. Jutaan orang juga terancam kehilangan pekerjaan mereka di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penting untuk menjadi bagian dari solusi mengatasi pandemi covid-19 tetapi ada yang lebih penting yaitu membangun kepekaan sosial dan solidaritas sosial di tengah mewabahnya covid-19.

Covid-19, Karantina wilayah dan Kepentingan Bersama Bangsa

<b>Karantina Covid-19</b>, Sumber Pixabay<b>Karantina Covid-19</b>, Sumber PixabayInfeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Indonesia saat ini sedang dalam masa sulit. Wabah yang pada awalnya hanya menyerang beberapa wilayah di Indonesia, kini dengan sangat cepat wabah tersebut telah menyebar luas ke seluruh bagian Negara Indonesia. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Ingin berkontribusi?

Hobby nulis? Punya info menarik soal jurnal, ebook, atau apapun yang berkaitan dengan sosiologi? Share donk di sini, daripada ditimbun, ntar basi :D. Baca CARA & PEDOMAN MENULIS.

Cari Artikel di Sini