Masyarakat Perkotaan dalam Pemikiran Emile Durkheim dan Karl Marx

Masyarakat merupakan suatu elemen yang penting dalam tatanan sosial. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya. Sedangkan menurut karl marx masyarakat sebagai struktur yang terdapat ketegangan akibat pertentangan antar kelas sosial karena pembagian tugas atau nilai-nilai ekonomi yang tidak merata di dalamnya. Pada dasarnya masyarakat adalah satu kesatuan yang saling hidup Bersama di wilayah atau tempat yang sama dalam waktu yang lama. Namun seiring berkembangnya zaman terbentuklah masyarakat maju Masyarakat maju ini telah mengalami perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga mengalami perkembangan dan perubahan yang datang dalam kehidupan. Hubungan antar masyarakat didasarkan pada kepentingan pribadi dan kebutuhan masing-masing individu. Masyarakat perkotaan sering diidentikkan dengan masyarakat maju atau modern.

Teori Solidaritas Emile Durkheim Pada Era Digital

Digital Solidarity - Dok. Pixy.orgDigital Solidarity - Dok. Pixy.org

Perkembangan teknologi digital nyatanya tidak begitu saja melunturkan solidaritas mekanik yang terbangun diantara netizen. Tentu saja, hubungan saling tergantung diantara netizen membuat solidaritas organik juga tumbuh subur. Artikel ini memotret berkembangnya solidaritas mekanik dan organik di kalangan content creator yang makin berkembang di era digital ini.

Komodifikasi Agama dalam Kehidupan Masyarakat

religion for salereligion for saleSecara praktiknya, proses komodifikasi agama berdampak pada transformasi nilai guna agama. Agama yang digunakan sebagai pedoman hidup kini menjadi nilai tukar yang dijual di pasaran. Gejala komodifikasi agama seperti ini terlihat jelas, misalnya, pada maraknya tayangan-tayangan ceramah di televisi yang lebih berorientasi pada rating daripada kualitas. Juga pada fenomena wisata reliji, pengobatan islami atau biro travel haji dan umroh.

Problematika Hubungan NU dan Muhammadiyah

NU-MuhammadiyahNU-MuhammadiyahSelain berbagai kontribusi positif yang sudah dihasilkan, hubungan antara NU dan Muhammadiyah di Indonesia tak jarang diwarnai dengan sikap saling curiga atau bahkan konflik. Beberapa analis bahkan mensinyalir bahwa kedua organisasi tersebut memandang satu sama lain bukan sebagai komplementari, yang masing-masing terbentuk untuk saling melengkapi, tetapi sebagai pesaing dalam banyak bidang kehidupan.

Agama Sebagai Gerakan Sosial

Agama Sebagai Gerakan SosialAgama Sebagai Gerakan SosialAgama/wahyu, pada hakekatnya, selalu membawa serta prinsip-prinsip perubahan kepada arah yang lebih baik. Dalam perspektif mobilisasi sumber daya, kita akan menemukan bahwa agama berupaya melakukan perubahan dengan memobilisasi sumber daya di antaranya berupa legitimasi (moral), pengetahuan umum dan tradisi (culture), keahlian, pengalaman dan kepemimpinan, dan organisasi sosial. Wahyu Tuhan dapat menjadi instrumen untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan atau pembebasan terhadap isu-isu kemiskinan dan ketidakadilan.

Komodifikasi Islam: Tantangan Terhadap Egalitarianisme Masyarakat Muslim

Komodifikasi AgamaKomodifikasi AgamaSalah satu fungsi agama adalah sebagai pedoman hidup bagi pemeluknya dalam menjalani kehidupan. Namun seiring proses modernisasi, agama, termasuk Islam, mengalami transformasi. Islam tidak hanya menjadi sebuah ‘agama’, tetapi mengalami komodifikasi. Komodifikasi Islam adalah proses di mana norma-norma dan nilai-nilai sakral keagamaan dikembangkan menjadi komoditas yang diproduksi, didistribuskan dan dikonsumsi melalui mekanisme ekonomi pasar.

Masjid Al-Abror sebagai Representasi Terbentuknya Masyarakat Islam Di Desa Kauman Sidoarjo.

IMG 20201214 WA0028IMG 20201214 WA0028

Terdapat beberapa istilah untuk menyebut suatu masyarakat misal kategori sosial, golongan sosial, dan perkumpulan. Akan tetapi yang sering digunakan untuk menyebut masyarakat  adalah manusia. Adapun menurut berbagai definisi, masyarakat adalah sekumpulan individu yang terdiri atas berbagai kelompok yang tinggal di suatu wilayah atau tempat, serta memiliki pedoman kehidupan berupa hukum, norma untuk ditaati. Kata “masyarakat” berasal dari bahasa arab yaitu “Syaraka” yang memiliki arti ikut dalam berpartisipasi. Jika dalam bahsa inggris diaebut society, yang artinya sekumpulan individu yang memiliki sistem dan terdapat komunikasi didalmnya.

Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Sidoarjo di Dalam Tradisi Nyadran

Prosesi tradisi nyadranProsesi tradisi nyadranIndonesia dikenal dengan keanekaragaman budayanya.  Contohnya di daerah Sidoarjo, kabupaten yang terkenal dengan udang dan bandengnya ini memiliki tradisi tak kalah unik, yakni tradisi nyadran yang dilakukan pada bulan ruwat yakni bulan dalam perhitungan Jawa. Biasanya tradisi ini disebut dengan ruwah atau ruwatan yang bentuknya dapat berupa tradisi bersih desa atau hal lainnya. Namun di desa Balongdowo Sidoarjo, ruwatan ini dinamakan dengan tradisi nyadran yang mana nelayan Sidoarjo yang tergabung dalam nelayan “Sumber Rejeki” merupakan peserta di dalam tradisi nyadran ini.

DeJokowisasi dan Hiperrealitas

Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait UU Cipta Kerja - Youtube SetPtres - Suara.ComPresiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait UU Cipta Kerja - Youtube SetPtres - Suara.Com

"Dejokowisasi" merujuk pada suatu kondisi atau perasaan yang dirasakan oleh para pendukung Jokowi yang menganggap bahwa Jokowi saat ini telah berlawanan arus dengan Jokowi dulu yang mereka lihat lewat media. Kekecewaan dari para pendukung Jokowi mulai terlihat pasca di sahkannya UU Ketenagakerjaan tersebut, hal ini dirasakan oleh beberapa orang sebab ketidaksesuaian antara citra ideal Jokowi di Media Sosial dengan realitas kebijakan Jokowi saat ini. 

Pemberian Label, Salah Satu Penyebab Seseorang Melakukan Penyimpangan

Teori Labelling yang dikemukakan oleh Edwin M. Lemert menyatakan bahwa seseorang yang diberi cap sebagai seorang penyimpang (deviant) akan cenderung melanjutkan perilaku menyimpang tersebut. Salah satu penyebab berlanjutnya tindakan penyimpangan di masyarakat adalah adanya pemberian label. Pemberian label membuat seseorang merasa bahwa dirinya merupakan orang yang buruk atau setidaknya dinilai buruk oleh masyarakat. Hal ini menurunkan semangat bahkan menghilangkan motivasi seseorang untuk menjadi orang yang lebih bisa diterima di masyarakat.  

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Ingin berkontribusi?

Hobby nulis? Punya info menarik soal jurnal, ebook, atau apapun yang berkaitan dengan sosiologi? Share donk di sini, daripada ditimbun, ntar basi :D. Baca CARA & PEDOMAN MENULIS.

Cari Artikel di Sini