Post-Truth era: Hoax, disinformasi, dan populisme untuk emosi sosial

Kuliah Umum yang diselenggarakan pada 21 Desember 2017, bertempat di selesar Fakultas Filsafat UGM, diselenggarakan oleh LSF Cogito, dengan menghadirkan narasumber: Haryatmoko. Tema kuliah umum adalah Post-Truth era: Hoax, disinformasi, dan populisme untuk emosi sosial

Habermas dan Hermeneutika Kritis

Ketika hendak diterapkan kepada masyarakat secara kolektif, sesungguhnya muncul kendala yang tidak mudah dalam psikoanalisis, yaitu siapa yang dapat secara sah menjadi analis (ia harus paling sehat dan yang lain “gila”)? Persoalan ini berkaitan dengan pertanyaan lain: siapa yang berhak dianggap normal di tengah masyarakat yang dicurigai abnormal? Karena pertanyaan normal dan tidak normal sesungguhnya adalah persoalan konstruksi sosial.

Di titik ini, Habermas mengalami kemacetan. Oleh sebab itu Habermas lalu beralih dari kritik ideologi (psikoanalisis) ke diskursus. Dalam diskursus, setiap orang diperlakukan secara sejajar, egaliter, tanpa menuduh gila atau mengaku sehat.

Joan Blades and John Gable: Free yourself from your filter bubbles

Joan Blades dan John Gable ingin Anda berteman dengan orang-orang yang memiliki pilihan politik berbeda. Dua orang sahabat beda pandangan politik ini punya pengalaman berharga yang ingin dibagikan pada Anda tentang betapa pentingnya terlibat dalam percakapan jujur dengan orang-orang yang berbeda pilihan. Bergabunglah dengan mereka saat mereka menjelaskan bagaimana menjembatani kesenjangan dalam pemahaman antara orang-orang di sisi yang berlawanan dari spektrum politik - dan menciptakan peluang untuk saling mendengarkan dan mempertimbangkan.

Eli Pariser: Beware online "filter bubbles"

"Seekor tupai yang sekarat di halaman depan Anda mungkin lebih relevan dengan minat Anda sekarang dibandingkan orang-orang sekarat di Afrika."

-- Mark Zuckerberg

Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Metode PLA (Participatory Learning and Action)

Communit Based Development - Sumber: Pixabay.ComCommunit Based Development - Sumber: Pixabay.ComPemberdayaan masyarakat merupakan sebuah alternatif pembangunan yang harus berbasis pada masyarakat (Community Based Development), artinya pembangunan berawal dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan dimanfaatkan untuk masyarakat. Pemberdayaan dipahami sangat berbeda menurut cara pandang orang maupun konteks kelembagaan, politik dan sosial budayanya.

Salah satu metode untuk mempermudah proses pemberdayaan adalah metode PLA (Participatory Learning and Action) yang merupakan bentuk baru dari metoda pemberdayaan masyarakat yang dahulu dikenal sebagai "learning by doing" atau belajar sambil bekerja.  Secara singkat, PLA merupakan metoda pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari proses belajar tentang suatu topik, seperti pesemaian, pengolahan lahan, perlindungan hama tanaman, dll. Yang segera setelah itu diikuti aksi atau kegiatan riil yang relevan dengan materi pemberdayaan masyarakat tersebut.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru: