Melawan Covid di Bulan Ramadhan

 Masker - Sumber. PngwingMasker - Sumber. PngwingBulan Ramadhan ini terasa sangat berbeda dari tahun sebelumnya, pasalnya warga dunia, termasuk Indonesia, tengah berjuang melawan virus Corona. Hal ini menyebabkan pemerintah mengambil kebijakan dengan menerapkan pola hidup baru, yaitu social distancing, pembatasan interaksi sosial, yang diwujudkan dengan beraktivitas di rumah, menggunakan masker jika keluar rumah, dan keluar rumah jika keadaan mendesak saja. Selain itu juga diadakan karantina individu dengan kondisi tertentu, hingga karantina wilayah.

Hal ini tentunya juga berdampak terhadap tradisi di bulan Ramadhan, yang biasanya buka bersama di masjid, atau buka bersama teman-teman, shalat tarawih beramai-ramai, sekarang hanya bisa dilaksanakan bersama keluarga di rumah saja. Tetapi hal ini juga berdampak positif, yaitu dapat mendekatkan kita dengan keluarga, yang tadinya sibuk berkegiatan di luar rumah, kini dapat bercengkrama kembali dengan keluarga.

Sikap Masyarakat dan Negara Menghadapi Pandemi

Covid-19 - Sumber: rawpixel.comCovid-19 - Sumber: rawpixel.comMasyarakat bisa apa?

Dalam tataran masyarakat, saya dan mungkin pembaca pasti telah mendengar, melihat, membaca atau bahkan terlibat dalam gotong royong untuk saling membantu kelompok-kelompok rentan dalam meringankan sedikit beban akibat pandemi saat ini. Para tenaga medis, homeless, dan kelompok rentan lainnya merupakan target yang dibantu.

Dalam masyarakat juga ada kelompok yang mempunyai kesadaran yang diselimuti oleh dogma dan mitos sehingga membentuk sikap non-ilmiah. Sikap non-ilmiah tersebut sangat membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya. Misalnya, masyarakat konservatif agama masyarakat tradisional yang dianggap lebih mengedepankan ritual sosial dan sikap gotong royong sebagai bentuk rasa empati.

Konstruksi Hoax

Konstruksi Hoax - Sumber. WikimediaKonstruksi Hoax - Sumber. WikimediaHoax dalam Merriam-Webster Dictionary didefinisikan sebagai “to trick into believing or accepting as genuine something false and often preposterous” atau tipu muslihat untuk membuat orang percaya sesuatu sebagai benar padahal sejatinya hanya berita bohong dan seringkali bertentangan dengan akal sehat atau nalar. Dalam kamus Cambridge, hoax didefinisikan sebagai “a ​plan to ​deceive someone, such as ​telling the ​police there is a ​bomb ​somewhere when there is not one”. Singkatnya hoax dapat diterjemahkan sebagai berita bohong atau palsu. Salah satu model pemberitaan palsu yang paling umum adalah menyampaikan informasi tentang suatu kejadian yang berbeda dengan kejadian sebenarnya.

Sebuah berita hoax dapat menyebar dengan cepat bak virus yang dalam sekejap menjadi wabah di dunia virtual. Penyebaran hoax yang begitu cepat juga didukung oleh kenyataan bahwa para pengguna internet cenderung mematikan otak kritis mereka ketika berhadapan dengan berbagai konten berita sensasional di internet. Di dunia media sosial, sensasi merupakan hal yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan sifat aktifitas netizen di media sosial yang selalu diarahkan untuk mendapat dan mengumpulkan klik pada tombol like, share dan komentar sebanyak-banyaknya. Makin sensasional sebuah berita atau informasi, makin mungkin untuk mendapat banjir like, share and comments.

Ada Apa dengan Antroposentrisme?

Membangun USAHA BERSAMA 300x171Membangun USAHA BERSAMA 300x171Kita semua mengetahui bahwa alam semesta ini memberikan apa yang manusia butuhkan, tanpa manusia berpikir, lantas apa yang diberikan manusia kepada alam?. Bukankah keseimbangan itu diperlukan didalam tatanan kehidupan? bukankah mengenal alam lebih dalam merupakan sebuah tuntutan peradaban?

Dialektika Cinta dan Spiritualitas (Menemukan Sintesis dalam Kontradiksi Cinta)

Forming Love(Algeria) - Sumber. PikrepoForming Love(Algeria) - Sumber. PikrepoBicara soal dielektika tentu tidak lepas dari Hegel, dialektika selalu diasosiasikan dengan Hegel. Dimana dalam teorinya, dinyatakan, bahwa, dunia terus bergerak secara dialektis menuju kesempurnaan. Yakni bergerak dari: Tesis, Anti Tesis, dan Sintesis. Maksudnya apa yang tampak pada diri kita saat ini dan kondisi apa pun yang kita alami saat ini bukanlah sesuatu yang selesai, melainkan terus mengalami dinamika dan bergerak menuju kehidupan yang lebih baik, yakni kesempurnaan.

RUU-PKS dan Manusia Satu Dimensi

Baudrillard menyatakan bahwa tubuh dijadikan objek panggilan.[1] Secara literal, ia telah diganti dengan jiwa dalam fungsi moral dan ideologis. Dalam praktik kesehariannya apa yang terjadi pada tubuh perempuan baik di kasur, dapur, sumur dan ruang publik merupakan hal yang bersifat politis. Rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual merupakan hal yang sangat serius terkait pengaturan hak-hak politis perempuan. Jika sebelumnya tidak ada payung hukum yang melindungi korban kekerasan seksual secara komprehensif mulai dari penyelidikan, pendampingan dan pemulihan korban maka RUU ini sebagai jalan keluarnya. Hukuman bagi pelaku kekerasan seksual pun diatur dengan rinci hingga tidak akan mengkriminalisasi korban seperti yang terjadi pada Baiq Nuril. RUU P-KS ini tidak tanpa hambatan, ada pihak-pihak yang terganggu dengan perubahan sistem yang ada.

Gaya Hidup Konsumtif Masyarakat Modern

Consumerism - Sumber. Flickr ImageConsumerism - Sumber. Flickr ImageZaman modern, di mana kita hidup sekarang, adalah zaman ketika manusia modern tak dapat melepaskan diri dari ketergantungan terhadap teknologi yang makin lama makin canggih. Semua bidang dalam keseharian kita tidak ada yang lepas dari jamahan teknologi, seperti gadget, benda kecil tapi kaya akan fitur yang membuat aktivitas manusia menjadi efektif dan efisien.

Manusia Satu Dimensi di Sekitar Kita

One-Dimensional Man - Sumber. Flickr ImageOne-Dimensional Man - Sumber. Flickr ImageTulisan singkat ini dimaksudkan untuk membahas realitas di masyarakat menggunakan perspektif One Dimensional Man dari Herbert Marcuse. Dinamakan manusia satu dimensi karena di era modern ini manusia digiring untuk mengafirmasi apa yang diinginkan sistem dan bukan melawan. Lagi pula setiap kali ada perlawanan atau penolakan terhadap hal tersebut, yang terjadi justru hal itu diolah seakan-akan menjadi keuntungan dan merupakan hal yang baik atau wajar. Semua ini tidak lain adalah pengaruh dari iklan dan media sosial serta netizen yang senang untuk sekedar ikut-ikutan dengan trending topic.

Dompet Daring dalam Tinjauan Kritis

Online Payment - Sumber. Pexels ImageOnline Payment - Sumber. Pexels ImageSemenjak masifnya perkembangan internet pada akhir abad 20, dunia juga mulai berubah rupa. Semisal saja, perubahan sistem belanja yang sifatnya konvensional bergeser menggunakan daring. Juga bermunculannya start up yang mulai mereduksi kegiatan konvensional. Seperti aplikasi Go-Jek, Grab untuk transportasi. Bukalapak, Shopee, Belimobilgue.com dan lain sebagainya.

Senja Bersama Cinta

Buku Sosiologi CintaBuku Sosiologi CintaBagi seniman CINTA adalah puncak moralitas
Bagi Sufi CINTA adalah suluk
Bagi Pejuang CINTA adalah revolusi
Bagi Rumi CINTA adalah Tuhan

Pendapat diatas menggambarkan bagaimana rumitnya menguraikan tentang esensi dan makna cinta. Membicarakan cinta ibarat menyelam ke dalam laut yang sangat dalam, serta mengarungi samudra yang tidak bertepi, atau seperti orang yang masuk ke dalam hutan kemudian tersesat yang kemungkinan sulit untuk ia temukan jalan pulang. Cinta adalah kata yang tidak akan mampu dan diurai secara menyeluruh, karena ia adalah inti bagi semua kehidupan. Cinta adalah gejala yang bersifat purbakala dan semua orang memiliki serta merasakan sengatannya. Sejarah cinta adalah sejarah tentang proses pencarian “diri individu” ke dalam “diri orang lain” yang melebur dalam “cinta”. Cinta adalah proses peleburan diri dengan orang yang kita cintai tanpa syarat dan ketentuan. Pencarian cinta adalah proses menemukan “kepingan hati” kita ke dalam “kepingan hati sang orang lain” dalam kalimat “saling mencintai”.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Disclaimer

Silahkan membaca kebijakan disclaimer Rumah Sosiologi di SINI

Cari Artikel di Sini