Ketika Agama Menjadi Alat Politik: Sebuah Telaah Fenomenologis

Confrontation - Sumber. Flickr ImageConfrontation - Sumber. Flickr ImagePerjumpaan agama dan politik kerap memunculkan banyak persoalan bagi kemanusiaan. Hal ini dikarenakan, melalui agama manusia hendak mengabsolutkan kekuasaan politiknya, dan sebaliknya, melalui politik manusia hendak mengabsolutkan kebenaran agamanya.

Jika dirunut, sikap semacam ini berkaitan dengan cara pandang modernisme yang hendak mengabsolutkan kebenaran tunggal. Melalui positivisme, ilmu-ilmu modern hendak menegaskan bahwa kebenaran itu bersifat obyektif dan oleh karenanya tunggal. Nalar positivis ini kemudian terbukti mendarah daging dalam cara berpikir manusia modern, termasuk dalam melihat ajaran agama. Bagi sebagian orang, adalah mungkin untuk sampai pada kebenaran absolut dalam agama, dan oleh karenanya maka pandangan keagamaan apapun yang berbeda akan dianggap sebagai pandangan yang melenceng dari kebenaran.

Pilpres 2019, Filter Bubble dan Demokrasi Yang Terancam

Dua Pasangan Calon dalam Pilpres 2019Dua Pasangan Calon dalam Pilpres 2019Dulu saya berkata jika Jika Anda ingin memerdekakan masyarakat, yang Anda butuhkan hanya internet. Sekarang, saya percaya, untuk memerdekakan masyarakat, kita harus lebih dahulu memerdekakan internet, begitu pengakuan Wael Ghanim, salah satu inisiator Arab Spring, mengungkapkan kekecewaannya atas apa yang terjadi pada rakyat Mesir pasca revolusi yang dimulai sejak akhir 2010 lalu.

Setelah euforia revolusi berakhir, Mesir justru memasuki situasi politik yang berujung pada polarisasi tajam. Media sosial diyakini memiliki konstribusi besar memperparah keadaan dengan memfasilitasi beredarnya informasi palsu, rumor, ruang gema (echo chamber) dan kampanye kebencian. Media sosial menjadi kancah peperangan penuh kejahilan, kebohongan, dan kebencian (Ghonim 2015).

Rahim Bukan Tempat Bermain-main

Desa itu hanya rahim dari kita untuk berkembang dewasa. Sedangkan kota itu tempat jelajahan saat kita dewasa. Rahim itu harus diberikan gizì untuk berkembang dengan baik agar tidak heran, tidak kaget saat menelaah sesuatu.

Kita menilai rahim dan tempat jelajahan itu sama saja. Konyolnya sekarang tidak ada paham perbedaan antara rahim dan jejalahan. Lebih parahnya rahim akan dijadikan jelajahan. Gila. Manusia tidak lagi hormati rahim hanya saja selalu rindu ingin menikmatinya. Kemudian jadi tempat jelajahan.

Rasionalitas Musisi Terhadap RUU Permusikan di Indonesia

Musik telah berdampak pada masyarakat, sepanjang masa, selama manusia memainkan dan juga mendengarkan musik. Musik bisa dikatakan sebagai sarana untuk menyampaikan sebuah pesan dengan diiringi oleh beberapa instrumen yang dimainkan dan dapat mengeluarkan suara atau bunyi. Musik sudah menjadi suatu budaya yang mendarah daging di dalam masyarakat itu sendiri. Secara garis besar karya-karya musik selalu bersinggungan dengan aspek realitas yang terjadi di dalam lapisan masyarakat.

Seni Memahami Papua

Masyarakat jawa jika memandang masyarakat papua yang akan muncul dari pikirannya adalah masyarakat primitif, pemabuk, dsb. Ada banyak sekali judgement buruk tentang masyarakat papua di masyarakat jawa. Kultur di papua seringkali dipukul rata atau disamakan dengan kultur jawa sehingga yang terjadi kita terjebak pada rasialisme yang tidak perlu. Mereka tidak memahami apa dan bagaimana proses pembentukan masyarakat di papua. Ada proses sejarah panjang yang membentuk kultur masyarakat papua yang tentu berbeda dengan jawa.1

Ruang Hidup yang Dirampas itu Bernama Waduk Sepat

Kolase Perebutan Ruang oleh RakyatKolase Perebutan Ruang oleh Rakyat

Basundoro dalam bukunya Merebut Ruang Kota: Aksi Rakyat Miskin Kota Surabaya 1900-1960an berusaha memotret fenomena Kembang Kuning dari sudut pandang pertarungan akan eksistensi manusia dalam kebutuhan ruang. Ruang di sini merupakan ruang di mana manusia menjalankan konsep dirinya sebagai individu dan makhluk sosial. Pertarungan yang terjadi di Surabaya ternyata berlanjut hingga hari ini, sampai detik ini dua orang masyarakat Waduk Sepat tengah diperiksa oleh Polda Jatim lantaran mereka dituduh merusak fasilitas yang dimiliki oleh PT. Ciputra Surya. Lalu bagaimanakan sebenarnya konflik ini berlangsung, tulisan ini berusaha memotret perebutan ruang kota di era sekarang.

Solidaritas Masyarakat Surabaya Melawan Politik Impunitas

Kata impunity yang ada dalam bahasa inggris tidak ditemukan padanan kata dalam bahasa indonesia resmi. Kata impunity sendiri berasal dari bahasa latin impunitas yang berasal dari akar kata impune yang artinya tanpa hukuman.

ImpunitasImpunitas
Impunitas

Impunity dalam kerangka hukum internasional disini adalah ketidakmungkinan de jure atau de facto untuk membawa pelaku pelanggaran hak asasi manusia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya baik dalam proses peradilan, kriminal, sipil, administratif atau indisipliner karena mereka tidak dapat dijadikan objek pemeriksaan yang dapat memungkinakan terciptanya penuntutan, penahanan, pengadilan dan apabila dianggap bersalah, penghukuman dengan hukuman yang sesuai, dan untuk melakukan reparasi kepada korban-korban mereka.

Tidak Usah Risau, Jurusan Sosiologi Semenyenangkan Itu Kok

Menyandang gelar mahasiswa barangkali menjadi sebuah kebanggaan bagi arek-arek sing jek tas melbu kampus. Sialnya, tidak semua jurusan memiliki stereotipe yang apik di mata masyarakat umum. Salah satunya jurusan Sosiologi.

Jurusan yang kerap tergabung dengan Fakultas FISIP ini sering mendapat ejekan dan cercaan dari sebagian umum masyarakat. Selain begok dalam hitung-hitungan, ada anggapan bahwa lulusan sosiologi bakal jauh dari akidah agama. Atau bahasa bekennya: kafir, atheis, gila, serta masih banyak lagi.

Ya gimana lagi, seyogianya kami anak Sosiologi diwajibkan belajar teori milik Karl Marx. Teori ini seringkali dihubungkan dengan kuminis, PKI, gerakan kiri, antiagama, kafir, dan masih banyak lagi.

Pembangunan di dalam Pembangunan (Kearifan Lokal Tak Boleh Hilang)

Kita tahu bahwa masyarakat kita sekarang ini hidup dalam kearifan mesin-mesin industrialisme, hingga kita tak pernah sadar bahwa kita sudah terlalu jauh menjalani kehidupan ini tanpa makna, kita butuh makna itu, dan apa yang sanggup memberi makna dalam kehidupan kita akan saya sebutkan pada penjelasan berikutnya, hanya saja saya akan memakai argumen Kuntowijoyo untuk menjelaskan hal itu.

Mitos Equality of Opportunity

Menerapkan prinsip keadilan, bagi John Rawls, berarti memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mengembangkan serta menikmati harga diri dan martabatnya sebagai manusia. Rawls yakin, suatu jaminan atas kebebasan yang sama bagi semua pihak adalah jalan, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung (mereka yang tidak memiliki kemampuan yang cukup atau yang secara sosial berada dalam posisi marginal), untuk berjuang meningkatkan hidupnya sebagai manusia. Dengan kata lain, keadilan sosial akan ditegakkan apabila setiap orang memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk menikmati berbagai nilai dan manfaat sosial dasar yang tersedia di dalam masyarakat (Ujan 2001, 23–24). Pandangan seperti ini dikenal dengan equality of opportunity.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Disclaimer

Silahkan membaca kebijakan disclaimer Rumah Sosiologi di SINI

Cari Artikel di Sini