Pengentasan Kemiskinan

kemiskinan2kemiskinan2Fenomena kemiskinan bukan merupakan isu baru melainkan isu abadi sepanjang zaman, kasus yang selalu menarik untuk dikaji, terlebih lagi fenomena kemiskinan masih menjadi momok di tengah tengah masyarakat, tak hanya itu fenomena kemiskinan dalam berbagai tampilan telah memberikan dampak yang cukup begitu besar tak hanya berdampak pada individu, keluarga, sosial tetapi juga memberikan dampak juga pada negara, berbagai upaya untuk menanggulangi fenomena kemiskinan sudah banyak di upayakan oleh pemerintah serta para jajarannya, selain itu sangat keterlaluan jika masih ada fenomena kemiskinan di tengah-tengah kita di negara kita negara Indonesia kenapa karena Indonesia itu sebenarnya negara yang kaya negara yang kaya akan sumber daya alamnya, sumber daya manusianya, fenomena kemiskinan juga merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya negara serta pemerintah tapi juga masyarakatnya harus ikut serta dalam upaya pengentasan fenomena kemiskinan.

Fenomena kemiskinan memanglah menarik untuk dikaji seperti pada tulisan di atas dan fenomena kemiskinan memiliki beberapa faktor penyebabnya antara lain yakni tingkat Pendidikan yang masih rendah,  terbatasnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, serta adanya tingkat pengeluaran masyarakat.

Selama ini berbagai upaya pemerintah untuk menanggulangi fenomena kemiskinan telah banyak di lakukan, mulai dari memberikan banyak bantuan sosial yang disalurkan atau ditujukan pada masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin, pemerintah juga harus mempunyai perhatian besar terhadap kasus atau fenomena kemiskinan yang terjadi di negara ini, upaya pemerintah dalam mengentaskan fenomena kemiskinan haruslah tertuju dengan baik dan harus tepat sasaran, strategi pemerintah juga harus di jalankan dengan baik dan benar agar fenomena kasus kemiskinan tidak semakin tinggi dan tidak merajalela.

Selain itu pemerintah harus memiliki strategi agar upaya yang di lakukan pemerintah dalam rangka penanganan upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan sebagai mana mestinya di perlukan strategi yakni pemerintah harus memiliki akses dan kualitas pelayanan bagi seluruh penduduk, memperluas kesempatan usaha seperti pemberdayaan UMKM di wilayah pedesaan dan akses terhadap sumber daya produktif serta mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Berbicara mengenai  kasus kemiskinan, kemiskinan sendiri memiliki beberapa pengertian dan beberapa kelas sosial yang di definisikan oleh Sumodiningrat yakni kelas sosial secara absolute, relative, structural, kultural dan secara kronis. Adapun pengertian kelas sosial secara absolute di definisikan sebagai kemiskinan yang pendapatannya tidak mencukupi dalam kebutuhan pribadi kebutuhan hidupnya, seperti sandang, pangan, papan dan lain halnya, sementara itu kemiskinan relative yakni kemiskinan yang penghasilannya di bawah rata rata, kemiskinan structural yakni kemiskinan yang muncul akibat masyarakatnya yang tak memiliki sarana terlibat, secara kultural ialah disebabkan oleh faktor budaya dan sikap seseorang yang tak mau berusaha untuk meningkatkan atau memperbaiki kehidupan mereka dan yang terakhir kemiskinan kronis yakni kemiskinan seseorang atau kelompok dalam jangka waktu yang Panjang

Beralih dari pengertian dan pembagian klasifikasi kelas kemiskinan, pemerintah juga menegaskan bahwa ada upaya untuk mengentaskan fenomena kasus kemiskinan yang terjadi di negara ini. Upaya yang di lakukan oleh pemerintah seperti halnya pemberian bantuan sosial yang ditujukkan kepada masyarakat miskin contohnya bantuan program keluarga harapan atau PKH, JAMKESMAS (jaminan Kesehatan masyrakat) serta BOS (Bantuan operasional sekolah) dan masih banyak lagi.

Menurut data yang di langsir oleh BPS atau badan pusat statistic survei angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,41% jumlah penduduk per Maret 2019 atau mencapai 25,14 juta jiwa. Terdapat 16 Provinsi dengan angka kemiskinan paling tinggi, provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi terletak di Provinsi bagian timur Indonesia yakni Papua sementara di provinsi D.I Yogyakarta menempati peringkat ke 12 dengan jumlah angka kemiskinan mencapai 11,7 %, di Pulau jawa sendiri akumulasinya mencapai13,94. Tingkat angka kemiskinan tersebut memang cukup tinggi dan seharusnya pemerintah harus lebih fokus terhadap isu kemiskinan di negeri ini sehingga rakyat Indonesia atau masyarakat Indonesia sedikit demi sedikit bisa terhindar dari kemiskinan.

Daftar Rujukan

  • Darwis, valerina. Nurmanah, rozany. 2001. “pengentasan kemiskinan: upaya yang telah dilakukan dan rencana waktu mendatang”. https://media.neliti.com
  • Kementerian Komunikasi dan informatika RI. 2011. “program penanggulangan kemiskinan kabinet Indonesia bersatu II”. https://web.kominfo.go.id
  • Muhammad, iqbal. 2018. “peranan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dikota Jambi”. http://repository.uinjambi.ac.id.
Oktaviani Dwi Nurlaili
Penulis: Oktaviani Dwi Nurlaili
Tentang Saya
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prodi Sosiologi Agama

DISCLAIMER

  1. Penulis bertanggung jawab penuh atas tulisan (termasuk gambar atau konten lain) yang dikirim dan dipublikasikan di Rumah Sosiologi, kecuali bagian-bagian yang dirubah atau ditambahkan oleh redaksi.
  2. Jika ada pihak yang keberatan dengan konten tulisan (baik berupa teks, gambar atau video) karena berbagai alasan (misalnya, pelanggaran hak cipta, pencemaran nama baik, atau hal lain yang melanggar hukum), silahkan menghubungi kami melalui email rumahsos.id[at]gmail[dot]com.
  3. Lebih lengkapnya, silahkan baca halaman DISCLAIMER