Karakteristik Kebudayaan

Budaya memiliki empat karakteristik umum yang ada dalam setiap kebudayaan. Salah satu aspek penting dari budaya adalah simbol. Budaya selalu bersifat simbolik. Budaya juga tidak pernah hanya dimiliki oleh individu perorangan. Budaya selalu dikonstruksi secara bersama-sama oleh masyarakat. Ada masa ketika suatu praktik budaya bertahan melalui proses sosialisasi, tetapi pada saat lain budaya juga pasti akan mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.

Kebudayaan dan Pikiran Manusia

Bagi Plato, berpikir adalah aktifitas berbicara dengan diri sendiri. Dalam benak filosof seperti Plato, aktifitas berpikir merupakan aktifitas yang bersifat soliter, kontemplatif dan privat. Ketika seorang individu sedang berpikir, Ia sedang dalam kondisi memisahkan diri dari dunia sosialnya. Aktifitas berpikir adalah aktifitas yang memungkinkan individu membangun tembok pemisah antara dirinya dengan lingkungan di luarnya. Gagasan seperti ini mendominasi peta wacana selama berabad-abad. Baru pada akhir abad ke-20, gagasan ini mendapat tantangan.[1]

Apa itu Kebudayaan?

Membincangkan budaya tak bisa dipisahkan dari manusia sebagai penciptanya. Sebagai pencipta kebudayaan, manusia tidak pernah sendiri. Manusia menciptakan, memelihara dan merubah kebudayaan secara bersama-sama sebagai kesatuan masyarakat. Itu sebabnya, budaya tidak pernah terisolasi menjadi milik orang-perorangan secara pribadi. Budaya selalu dimiliki bersama oleh masyarakat atau komunitas tertentu.

Agama dalam Kacamata Generasi Z

Generasi Z merupakan generasi yang lahir dengan rentang waktu 1996-2012. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi ini lebih beruntung. Perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa generasi ini memiliki banyak kesempatan serta pilihan untuk mengakses interenet 3-5 jam perhari atau bahkan lebih. Dari main game, akses internet, dan mencari informasi di media. Lewat media sosial mereka tak hanya memiliki teman di dunia nyata tetapi juga di dunia maya, teman generasi ini tak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri. Nah dengan banyaknnya teman dan juga kemudahan komunikasi akankah generasi ini menjadi generasi yang terbuka?.

Dampak Ikutan Perubahan Kebudayaan

Sebagai sebuah keniscayaan, perubahan kebudayaan tak mungkin  dapat dielakkan. Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan kebudayaan. Yang membedakan hanyalah kecepatan dan besar-kecilnya perubahan yang terjadi. Hal ini berkaitan erat dengan karakter masyarakat yang bersangkutan.  Masyarakat dengan sistem sosial yang terbuka lebih mudah menerima perubahan daripada masyarakat dengan sistem sosial yang cenderung tertutup.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru: