Dukung Yang Pinter, Biarkan Yang bodoh Terkubur!!!

2 tahun 5 bulan yang lalu - 2 tahun 5 bulan yang lalu #1 oleh Husnul Muttaqin
Dukung Yang Pinter, Biarkan Yang bodoh Terkubur!!! Begitu kira-kira semboyan dalam dunia pendidikan kita yang terdengar begitu nyaring, persis di samping telinga kita, atau jangan-jangan malah lebih dekat: dari kepala kita sendiri!!.

Sebelum ngobrol lebih jauh, sy ingin memberikan penekanan khusus pada kata "kita". Saya akan selalu menggunakan kata "kita" karena maksud saya ya lebih sebagai refleksi untuk diri sendiri. Klo kebetulan ada yang sama ya mari kita sama-sama melakukan refleksi. Jadi saya pake "kita" karena saya gak pengen dianggap sok menggurui.

Semboyan "dukung yang pinter, biarkan yang bodoh terkubur!!!" itu sering kali tanpa sadar masuk merasuk dalam alam bawah sadar kita. Klo orang menuduh kita, ya gak terima, wong gak merasa. Tapi gak merasa dengan gak melakukan itu dua persoalan yang berbeda. Contoh paling sederhana adalah keengganan kita menjadi pembimbing skripsi mahasiswa yang menurut kita "bermasalah". Kita, kalau bisa, akan berlomba-lomba memilih mahasiswa yang paling briliant dan menghindar dari mahasiswa yang "bermasalah". "Bermasalah" itu bisa jadi karena dipandang kemampuannya sangat kurang atau dianggap tidak memiliki sopan santun. Saya, sekali lagi, tidak sedang menuduh orang lain. Ini lebih sebagai refleksi diri.

Kita lebih suka memperhatikan mahasiswa-mahasiswa yang berhasil menunjukkan kehebatannya, seperti mahasiswa yang aktif diskusi di kelas, seolah itu keberhasilan kita. Padahal kalau sejak awal dia sudah pinter, lalu aktif diskusi, itu sama sekali bukan prestasi dosen. Memang mahasiswanya yang pinter. Klo ada dosen yang berhasil membuat mahasiswanya yang tidak pinter menjadi pinter itu baru prestasi. Jadi, semisal sekolah-sekolah bertafar internasional itu bukan gurunya yang brilliant, karena sejak awal mereka memang menerima murid pilihan. Kalau pun toh disebut keberhasilan ya keberhasilan mempertahankan yang pinter tetap pinter dan gak berubah menjadi bodoh. Klo berubah menjadi bodoh, itu bencana namanya!!!

Ada lagi kecenderungan kita yang menyebalkan, walaupun bisa dipahami, kita cenderung lebih menyukai mahasiswa yang sikapnya sopan, tutur katanya santun dan cenderung agak neg (neg itu penghalusan dari jijik) terhadap mahasiswa yang kita pandang tidak sopan dan tidak santun. Ini, sekali lagi, bisa dipahami dan sangat manusiawi. Cuma pertanyaan besarnya adalah memangnya kita ini siapa? Bukankah kita ini dosen yang memang memiliki tugas untuk membuat mahasiswa kita menjadi lebih baik. Kita ini menjadi dosen karena mengaku ini panggilan jiwa, tapi kalau dihadapkan pada peluang berbuat baik untuk mendidik mahasiswa yang menurut kita kurang ajar malah kita lari menghindar. Lho kok? Kenapa kita tidak justru menemani mereka sehingga mereka menjadi lebih baik? Klo tidak mau berurusan dengan mahasiswa seperti itu ya berhenti saja, tidak usah menjadi pendidik!.

Siapa lagi kalau bukan kita yang menemani mahasiswa-mahasiswa kita yang kita pandang bermasalah, entah karena persoalan kemampuan yang kita pandang kurang atau karena persoalan etika yang menurut kita tidak baik. Memang, godaan untuk menghindari mereka itu sedemikian besar. Bisa jadi di dalam setiap diri kita mengidap keinginan ini. Ini sangat bisa dipahami karena setiap orang cenderung ingin berada dalam zona nyaman dengan menghindari persoalan. Mahasiswa yang bermasalah itu sering kita anggap sebagai persoalan. Tapi kalau kita melakukan ini (menghindar) saya khawatir jangan-jangan kita ini salah pilih profesi. Profesi kita sebagai pendidik memang tujuannya ya membuat yang tidak atau kurang pinter menjadi pinter, yang tidak atau kurang baik menjadi baik. Kalau sudah pinter ya jangan dibikin menjadi bodoh. Kalau sudah baik yang jangan diajari berbuat curang, jangan dikasih teladan cara plagiat penelitian dan karya orang, apalagi kalau yang diplagian karya mahasiswa. Itu saja tugas kita, tidak kurang, tidak lebih!!!
The following user(s) said Thank You: citra agustin

Silahkan Masuk atau Buat akun untuk ikut ngobrol.

Tentang Kami

Rumah Sosiologi adalah komunitas independen tempat nongkrong para pecinta sosiologi seluruh Indonesia. Jangan lupa follow akun kami untuk mendapat update terbaru:

Disclaimer

Silahkan membaca kebijakan disclaimer Rumah Sosiologi di SINI

Cari Artikel di Sini
© 2018 RumahSosiologi.Com, Rumah Bersama Sosiologi Indonesia